Ratusan hektare sawah Di Desa Bangunsari Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis sampai saat ini diterlantarkan. Pasalnya, musim kemarau sudah memperlihatkan dampaknya ke lahan pertanian Dilansir FokusJabar.com
Ilustrasi (Web)
Salah seorang petani asal Pamarican, Amrun Basry.mengaku was-was dengan kondisi cuaca saat ini. Pada musim tanam di bulan Juni 2015 ini, petani pun terancam tidak bisa menanam padi karena sawah garapan mereka berpotensi mengalami kekeringan.
“Penyebabnya adalah pasokan air dari saluran irigasi tidak mencukupi,” ujar Amrun, Rabu (27/5/2015)
Menurutnya, tanda-tanda kekeringan menghadapi musim kemarau lebih cepat dirasakan. “Petani bingung, mau tanam atau tidak karena pasokan air tidak mencukupi dan hujan pun tak kunjng datang,” tuturnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Produksi Serelia dan Palawija Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Ciamis Ma’mun mengaku, beberapa lahan di Kabupaten Ciamis belum digarap karena takut kemarau berkepanjangan melanda. Seperti di wilayah Pamarican dan Banjarsari yang belum melakukan penanaman. Sementara petani di wilayah perkotaan Ciamis sudah mulai menanam.
“Menurut informasi, baru tahap semai benih. Nanti kalau sudah pasti ada air, pasti ditanami,” terang Ma’mun.
Pihaknya pun sudah memberikan imbauan pada sebagian petani agar tidak menanami sawahnya dengan padi karena prediksi kemarau panjang bisa saja terjadi. Apalagi saat ini sejumlah lahan sudah kering,
“Kalau dipaksakan ditanami, takut kekeringan dan gagal tanam sehingga petani mengalami kerugian modal,” tambahnya,
Menurut Ma’mun, lahan sawah padi di Kabupaten Ciamis seluas 35.386 hektare dengan target per tahun gabah kering giling sebanyak 535.781 ton. Saat ini, hasil panen sudah mencapai 216.935 ton. Target pun bisa tercapai, jika saja cuaca mendukung dan para petani bisa menanami sawahnya dan menghasilkan padi.
“Kalau kondisi sawah jelek , pengaruhnya pada produksi padi. Kita harap petani antisipasi cuaca kemarau panjang agar tidak merugi,” pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar